Apakah Sama?

Untuk apa hidup, jika menyembah yang memberi hidup pun enggan. Lebih baik mati saja. Ah, lupa. Bahkan setelah kematian lagi2 kita dihidupkan. Bahkan kematian pun Allah yang menentukan. Lalu … mau kemana, kawan? Bahkan tulisan ini pun akan dipertanggungjawabkan. Jauh lebih panjang dan lebih lama pertanggungjawabannya, karena kiranya ia dimanfaatkan oleh orang yang belajar sehingga… Continue reading Apakah Sama?

Langkah

“Masih sering duduk di sini?” tanyanya mengejutkanku lalu mengambil tempat duduk di sampingku. Seorang laki-laki dengan syal abu dan jaket tebal. Kacamata berframe hitam masih setia bertengger di hidungnya. Aku ingat ketika ia menceritakan tentang kisah kacamata itu dan mengapa ia tak pernah sekalipun lepas dari wajahnya. Aku tak bisa melihat, makanya lebih baik seperti… Continue reading Langkah

Seakan Kita

Ada kalanya kita merasa jemawa, dengan tingginya pangkat dan derajat. Seakan kita istimewa dan diperlakukan spesial, kemudian merasa bahwa diri kita berbeda dari orang lain. Terkadang kita merasa argumen2 kita tak mampu dipatahkan. Lalu kita merasa kebenaran ada di tangan, dan berkata, “Ini pendapatku dan ini benar.” Lalu dengan angkuhnya kita tutup pintu hidayah pada… Continue reading Seakan Kita