KOPERASI: Pilar Ekonomi yang Dipandang Sebelah Mata (Bag.Akhir)

Sebetulnya Apa itu Koperasi?

Image result for cooperative
Sumber : www.acctcounsellor.com

Singkatnya, koperasi merupakan sebuah badan usaha berbasis kerakyatan yang dikontrol dan dijalankan secara demokratis. Koperasi memiliki keunikan di mana lembaga ekonomi ini memiliki dua sisi yang saling melengkapi satu sama lain: sisi ekonomi dan sisi sosial. Sisi ekonomi berarti koperasi berperan dalam kegiatan perekonomian seperti yang sudah umum kita pahami. Koperasi bergerak dalam bidang simpan-pinjam agar anggota mampu untuk melakukan aktivitas produksi, koperasi bertindak dalam penjualan produk anggota dengan harga yang lebih layak, koperasi menyediakan bahan baku dengan harga yang lebih murah bagi anggota, dan lain sebagainya. Sedangkan sisi sosial bergerak dalam usaha pembangunan kembali kembali modal sosial yang sudah tergerus oleh fenomena globalisasi di tengah-tengah masyarakat saat ini. Koperasi bekerja dalam usaha membangun suasana kooperatif antar anggota, minat bergotongroyong, serta idealisme untuk melangkah secara bersama-sama demi meningkatkan kesejahteraan bersama.

Koperasi dalam dunia pertanian sendiri memiliki peranan yang sangat besar bagi petani. Koperasi sebagai lembaga dengan badan hukum yang jelas serta kekuatan hukum yang dilandasi undang-undang, berperan sebagai wadah bagi para petani untuk meningkatkan daya tawar mereka di hadapan konsumen. Melalui koperasi, aktivitas diplomasi mengenai harga maupun jumlah barang yang dijual dapat dilakukan. Aktivitas contract farming atau seperti yang biasa dilakukan antara pihak-pihak produsen dengan pihak supermarket dapat direalisasikan, setelah sebelumnya dirasa sangat mustahil bagi para petani kecil. Pada akhirnya kehadiran koperasi seharusnya mampu menyelesaikan permasalahan harga rendah dalam kehidupan petani.

Koperasi juga sebetulnya memiliki peran dalam melakukan market development dan market penetration, di mana kehadiran koperasi ini seharusnya mampu mendorong para anggotanya untuk memperluas jaringan konsumen yang dimiliki serta mencari konsumen baru bagi produk-produk yang dihasilkan oleh petani. Adanya koperasi sebetulnya membuka harapan bagi para petani untuk memperoleh kepastian pasar, juga meningkatkan kemampuan petani dalam mengolah produk dan memberikan nilai tambah kepada produk yang dihasilkan. Selain itu, dalam kerjasama yang dilakukan antar anggota, ada risiko yang dibagi secara merata dan ditanggung bersama-sama, sehingga ketakutan-ketakutan yang selama ini membuat para petani mengalami stagnansi dalam aktivitas perekonomian dapat dihilangkan.

Koperasi juga memiliki kewajiban dalam usaha meningkatkan kapasitas anggotanya, memberikan informasi tambahan, serta ilmu-ilmu praktis yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan produksi yang dilakukan oleh anggota. Pada akhirnya, koperasi tidak bisa dianggap sebagai sebuah perusahaan yang berfokus pada keuntungan dan profit semata. Koperasi bisa dikategorikan sebagai rumah atau sekolah bagi para anggota, sehingga anggota dapat dengan nyaman bernaung di bawah naungan koperasi, sekaligus belajar dan memperoleh pengetahuan baru dari ketergabungannya di dalam koperasi.

Singkat kata, koperasi ini merupakan lahan yang ideal bagi orang-orang yang dikategorikan sebagai kaum marjinal selama ini untuk meningkatkan kondisi perekonomiannya. Koperasi dapat bertindak sebagai penyedia lapangan pekerjaan, berlaku sebagai sumber pendapatan, juga sebagai secercah harapan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya.

 

Koperasi sebetulnya memiliki prinsip yang dilupakan oleh banyak orang

Image result for principles
Sumber : www.rafcoholding.de

Lembaga ekonomi ini sebenarnya memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dari lembaga-lembaga ekonomi lain. Keunikan ini sebenarnya menjadi kekuatan yang hanya dimiliki oleh koperasi, sehingga koperasi dapat dikatakan sangat layak untuk menjadi solusi atas permasalahan perekonomian di era modern ini. Keunikan ini dapat dikatakan sebagai ‘jiwa’ atau ‘prinsip’ dari koperasi itu sendiri, sehingga mampu menjadi indikator pembeda antara lembaga bernama ‘koperasi’ dan ‘non-koperasi’.

Prinsip-prinsip tersebut antara lain:

  1. Koperasi bersifat ‘non-for-profit’, yang artinya tujuan utama dari koperasi bukanlah menciptakan profit sebesar-besarnya untuk disimpan oleh koperasi. Orientasi sebenarnya dari bisnis yang dilakukan adalah menciptakan keuntungan maksimal bagi anggota. Artinya dari aktivitas bisnis yang dijalankan, koperasi sebagai lembaga tidak memperoleh apa-apa. Keseluruhan hasil merupakan hak yang harus dibagikan kepada anggota, dalam artian seluruh pihak yang berkontribusi dalam aktivitas yang dijalankan oleh koperasi.
  2. Bersifat partisipatif dan emansipatif. Setiap aktivitas yang dilaksanakan memang menuntut partisipasi dari setiap anggota dengan posisi yang setara satu dengan yang lainnya. Artinya setiap anggota memiliki hak yang sebanding, dan tidak ada yang diunggulkan antara satu dengan yang lainnya.
  3. Dikontrol secara demokratis oleh anggota, artinya lembaga ini sepenuhnya bergerak berdasarkan keinginan anggota secara mayoritas. Kepentingan-kepentingan yang berasal dari luar koperasi dapat dikatakan tidak relevan dan dapat ditolak untuk dilaksanakan oleh lembaga. Di dalam lembaga ini, anggota dapat dikatakan sebagai raja yang menentukan ke mana arah koperasi sebenarnya, apa tujuannya, serta bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan kata lain, koperasi merupakan sebuah lembaga yang menganut sistem menolong diri sendiri yang didasarkan pada solidaritas antar anggota berdasarkan prinsip kesukarelaan, baik dalam status keanggotaan maupun dalam aktivitas pergerakan yang dilakukan. Tujuan akhir dari lembaga ini adalah penyejahteraan anggota, sehingga anggota merupakan fokus utama dari setiap aktivitas yang dilakukan oleh koperasi.

Meskipun demikian, bukan berarti koperasi tidak membutuhkan tenaga-tenaga terampil dalam aktivitas manajemen maupun bisnis yang dijalankan. Kedua hal di atas penting karena setiap aktivitas bisnis yang dilakukan oleh koperasi akan berdampak langsung pada kehidupan anggota-anggotanya, sehingga kerugian merupakan hal yang benar-benar wajib dihindari oleh koperasi.

Menurut hemat penulis, kesatuan prinsip di atas serta berbagai nilai yang ada di dalam koperasi menunjukkan bahwa koperasi merupakan sebuah lembaga ekonomi yang ideal ketika diterapkan di tengah-tengah masyarakat kita. Budaya gotong royong yang sudah mengakar, juga kesiapan untuk saling tolong menolong satu sama lain mampu dikombinasikan oleh lembaga ini untuk memberikan manfaat secara ekonomi bagi anggota maupun masyarakat yang ada di sekitarnya.

Koperasi dapat menjadi pilihan ideal untuk mengembangkan desa dengan berbagai potensi yang ada, terlebih apabila digabungkan dengan program-program yang dicanangkan oleh pemerintah modern ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s