Apakah Sama?

Untuk apa hidup, jika menyembah yang memberi hidup pun enggan.
Lebih baik mati saja.

Ah, lupa.
Bahkan setelah kematian lagi2 kita dihidupkan. Bahkan kematian pun Allah yang menentukan.
Lalu … mau kemana, kawan?

Bahkan tulisan ini pun akan dipertanggungjawabkan. Jauh lebih panjang dan lebih lama pertanggungjawabannya, karena kiranya ia dimanfaatkan oleh orang yang belajar sehingga berbuah kebaikan atau ‘dimanfaatkan’ oleh orang yang dengki dan berbuah keburukan, lalu ia bertahan lama, maka penulis pun akan kena imbasnya.

Nyatanya setiap yang hidup pasti mati,
Maka pikirkan jika kita belum yakin akan kehidupan setelah kematian, kira2 “Darimana kita berasal sebelum kita hidup? Dan akan kemana kita setelah mati?”

Jika ragu akan hakikat kehidupan, kira2 mengapa komputer diciptakan? Tentu agar bermanfaat bagi manusia. Lalu mengapa manusia diciptakan? Apakah ia dibiarkan begitu saja seakan ‘tak berguna’ atau tanpa tujuan?

Bahkan mobil rongsok pun dilakukan daur ulang, untuk dimanfaatkan atau diproduksi kembali. Lalu, jika kita bertanya apakah benar akan dibangkitkan dari kematian, maka izinkan aku bertanya, “Apakah kira2 manusia yang diciptakan dengan sempurna, diberi ilham, diberi kesempatan dan usia akan dibiarkan begitu saja setelah matinya? Bahkan mobil pun masih bisa dimanfaatkan setelah rusaknya. Lalu, apakah kita lebih rendah daripada mobil rongsok dgn berkata ‘apakah benar kita akan dibangkitkan setelah kematian’?”

Kawan, mari sama2 mengingat.
Bahkan rongsokan pun masih dipilah2. Mana yg harganya tinggi perkilo, mana yg murah perkilonya. Tergantung jenis dan bisa dimanfaatkan untuk apa, bukan?
Lalu, apakah manusia setelah matinya tidak akan dipilah kembali?
Apakah manusia tidak akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia, sedangkan di sekolah pun ada sistem reward and punishment bagi suatu perbuatan?
Apakah sama antara penjahat dan orang baik?
Apakah sama antara orang yang beriman dan orang kafir?

Semua orang yg meyakini bahwa kehidupan setelah mati benar2 ada pasti berharap surga. Hanya berharap.
Tapi apakah sama antara orang yang berusaha untuk meraihnya dan orang yang hanya berangan2 saja?

Semoga Allah mengaruniakan hidayah bagi penulis khususnya, agar ia tak mengingkari ucapannya sendiri,
Dan semoga Allah karuniai kita rahmat untuk tetap berbuat kebaikan di setiap waktu.

Allahu a’lam,
Masjid Alhurriyyah, 14 Ramadhan 1437

Andi Fikri
#JEJAK

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s